Silaturahmi ke Negeri Singa

Berkunjung ke negeri singa (Singapura) bukan kali pertama buat saya, ini adalah kunjungan keempat, namun trip kali ini lebih special daripada biasanya.  Saya anggap special karena saya bukan hanya jalan-jalan, tapi juga mengunjungi ‘Uni’ saya yang tinggal di Singapura, selain itu trip kali ini saya hanya sendiri (solo backpacking) dan hanya weekend.

Selesai shalat subuh, saya pamit pergi dengan backpack yang menemani saya. Damri dari Lebak bulus pun berangkat jam 6 pagi menuju SHIA. Sesampainya di SHIA, counter Tiger Airways belum buka untuk check in. Saya di antrian pertama untuk check in, lalu antri imigrasi  dan langsung menuju Primier Lounge untuk sarapan gratis hehehe. Seperti biasa, Tiger Airways selalu tepat waktu, penerbangan jam 9.40 dengan waktu  boarding jam 9.20. pada saat semua penumpang pesawat sudah berada di pesawat tiba-tiba ada info bahwa pesawat belum bisa jalan dikarena traffic penerbangan di SHIA dan pesawat kami antrian ke-18. Pfffttt…. Kami pun diam di pesawat hingga 20 menit. Untung saya ada teman mengobrol di pesawat, pasangan yang kebetulan dari mulai check in sudah bareng dengan saya.

Sesampainya di Changi International Airport sekitar jam 1 siang, saya pun langsung menuju MRT station. Trip kali ini saya sama sekali tidak membuat itinerary, tujuan pertama saya adalah Bugis Junction untuk makan siang. MRT adalah transportasi favorit saya, dengan membawa2 backpack tercinta saya makan siang di food court Bugis Junction.

“Uni, fety udah sampai singapur, ini lagi di bugis, abis ini mau keliling dulu ke Chinese garden” ucap saya ke uni melalui telepon.

“oh iya fet, udah pinter yah keliling singapur. Nanti berentinya di mrt marsailing yah. Woodlands ave 1” balas Uni.

Alamat uni sudah saya simpan sejak masih di Jakarta. Selesai makan siang, saya langsung meluncur dengan MRT menuju Chinese Garden. Jalur yang diambil adalah East West Line nanti turun di mrt Chinese garden, langsung terlihat taman luas membentang. Menuju Gerbang masuk, saya melihat ada kelompok orang India sedang bermain kriket. Seru juga sore hari main kriket di tanah lapang dengan cuaca yang agak mendung. Tetap dengan menggendong backpack dan kamera dikalungkan di leher, saya berjalan mendekati gerbang masuk Chinese Garden. Dan langsung terlihat pagoda tinggi khas cina seperti terlihat di foto.

DSCN0225

Masuk ke Chinese Garden ini tidak dikenakan biaya alias gratis😀, kecuali mau melihat pertunjukan kura-kura seharga SGD10. Pagoda tinggi ini adalah tujuan pertama saya di Chinese Garden karena memang lokasinya di depan gerbang masuk. Tantangan menjadi solo backpacking pun dimulai, saya yang terbiasa menjadi model di trip-trip sebelumnya, kali ini harus terbiasa menjadi fotografer, DAN jika saya ingin berfoto maka saya harus minta tolong ke orang. Hmmmm….. foto pagoda sudah saya ambil beberapa gambar, tidak jauh dari tempat saya ada Ibu-Ibu India berteriak ke anaknya yang sedang menaiki pagoda, dan dia pun tersenyum pada saya…. ‘yak, ini orang yang tepat untuk dimintakan tolong hahaha’.

“Hiiii…. Can you take me a picture please?” dengan senyum lebar memelas saya pun minta tolong. Dan dengan ramahnya si Ibu india langsung mengambil kamera dan saya pun langsung menaiki tangga. Pada saat saya siap berpose, si Ibu  dengan sungguh-sungguh mengambil gambar sambil terduduk-duduk hahaha… “KLIK!” satu jepretan berhasil dan dia berkata “once more”, ooohhh okeh, saya pun berpose lagi “KLIK!” jepretan kedua pun diambil. “great picture! Thank u very much” ucap saya ke Ibu tsb.

DSCN0230

Saya pun berjalan kembali menyusuri taman yang cukup luas ini dan bertemulah dengan ‘twin pagodas’. Pagoda kembar ini berada di pinggir sungai dan di sungai ini banyak anak-anak yang sedang berlatih kano, seru juga untuk di tonton. Di pinggir sungai pun ada tempat duduk, terlihat para keluarga sedang menyemangati anak-anak tsb.

Kembali saya berkeliling taman luas ini, taman ini asri dan bersih, saya sangat menikmati jalan mengelilinginya, sampai-sampai tidak terasa keringat sudah mengucur, manggul backpack cuuuyyy hahaha… dan tibalah saya di Japanese Garden. Ini adalah taman khas jepang, di taman ini ada patung symbol shio. Begitu melihat tempat duduk kosong, saya beristirahat disini. Taman di mana-mana sama aja, ada aja orang pacarannya… saya cuma sendiri woooiiii, andaikan bisa teriak begitu haahahaa. Lagi asyik-asyik duduk, ada abg singapura menghampiri dan mengajak ngobrol, sudah ngarol-ngidul mengobrol menanyakan sudah makan atau belum blab la bla…. Tiba-tiba dia bertanya “Are you twenties??” …. Aaaakkk akoh terbang hahahaha. “Nope, I’m thirties” lalu dengan mengernyitkan dahi dia berkata “really?? Are you sure?” Hohohohoo…. Ternyata si abg ini salah sasaran, maaf yah dek bukan maksut hati… tapi apa daya saya memang terkadang bisa menjadi lebih muda dari seharusnya #eeeaaa #narsis hihihihii.

??????????

?????????? ????????????????????

Setelah puas berkeliling di Chinese dan Japanese Garden, saya pun melanjutkan ke rumah Uni saya di daerah woodlands. Tanpa menghubungi kembali, saya berusaha mencari alamatnya sendiri dengan bermodalkan bertanya ke orang, dan saya pun menyusuri jalan akhirnya ditemukan blok bernomorkan 418, Yeaayy.. ketemu!! Saya pun menaiki lift menuju lantai 6. Sepanjang jalan saya bertanya-tanya, sekarang uni seperti apa yah? Sudah 20 tahun kami tidak bertemu, dulu uni saya ini selama SMA tinggal di rumah saya dan saat itu saya masih SD. Dia sudah tinggal di Singapura selama 15 tahun karena suaminya asli Singapura (Melayu) dan sekarang anaknya sudah 3. Walaupun ini bukan kali pertama ke Singapura, saya tidak pernah sempat mampir. “TING!” bunyi lift menandakan lift berhenti. Begitu keluar dari lift saya ambil jalan ke kanan dan rumah pertama nomornya 125. Saya tekan belnya 2x dan keluarlah seorang wanita yang sudah hamper saya tidak kenali “Fettyyyyyy…. Akhirnya sampai juga, kok ga nelpon uni?” kami pun berberpelukan melepas kangen. Didalam rumah kami pun meneruskan obrolan kami,  dan diperkenalkanlah anak-anaknya yang sudah besar-besar dan ada juga suaminya yang saya panggil ‘Abang’.  Pada saat mengobrol, uni menawarkan saya untuk jogging besok pagi berkeliling Woodlands dan langsung saya iyakan, hidup sehat bro!😀.

??????????

Selesai shalat subuh, saya, uni dan anak uni yang kedua sudah siap memakai sepatu jogging kami dan memulai pagi kami dengan menghirup udara pagi nan bersih sambil jogging. Woodlands ini adalah daerah pemukiman di Singapura. Banyak apartemen, condominium, dan bahkan ada rumah-rumah besar. Banyak warga yang berolahraga pagi di sepanjang jalan,  jalanannya bersih, teratur dan rapi, tidak seperti di Jakarta, ada rumput sedikit pasti bau tai kucing hehe. Di Singapura, banyak warga yang membawa anjingnya lari pagi, namun jika anjingnya buang air besar maka kotorannya harus dipungut oleh sang pemilik dan dibuang  di tempat sampah. Cukup panjang rute kami mengelilingi Woodlands, uni mengajak kami mampir ke Stadium seperti pusat olahraga untuk penduduk Woodlands. Stadium ini seperti stadion sepak bola yang dikelilingi jogging track. Jogging tracknya empuk, jadi sebenarnya lebih ringan jika jogging disini. Ada juga kolam renang dan lapangan tenisnya. Banyak juga yang senam pagi atau taichi disini.

DSCN0283

Selesai jogging, uni mengajak kami mampir ke pasar yang letaknya tidak jauh dari rumah. Pasar di Singapura seperti pasar modern di Jakarta. Menurut info dari uni, para pedagang harus punya ‘lisence’ untuk berjualan, tidak bisa sembarangan. Harga sewa dan ijin untuk toko di Singapura pun mahal sekali. Uni sempat menegur wanita berjilbab menanyakan bagaimana dagangannya kemarin. Ternyata wanita ini asal Indonesia ini suka berjualan di pasar namun tidak ada lisence dan hanya gelar lapak saja, dan baru kemarin ditangkap sehingga barang dagangannya diambil semua. Sedih memang namun demi menjaga ketertiban dan kerapihan, pemerintah keras dalam menangani hal ini.

Sebelum pulang ke rumah, kami pun sarapan pagi, dan saya pun memesan ‘Mee Rebus’, ini adalah sarapan pagi khas Singapura. Rasa Mi rebus ini enak! Mienya seperti mie aceh hanya lebih kecil dan rasanya pun tidak jauh bedah dengan mie aceh hanya bumbunya kental dan ada rasa ebinya (udang kecil), disuguhkan jeruk limo untuk peras di mienya. Porsinya lumayan nendang, yummy!

??????????

mee rebus

Walaupun hanya semalam saya mengunjungi uni saya, namun sudah cukup puas melepas rindu. Sebelum pamit, saya berfoto ria dengan keluarga uni. Saya pamit jam 11 siang karena berencana ke SEA Aquarium dan bertemu dengan teman saya Dina. See you again Uni, Thank you for your kindness🙂.

DSCN0295

2 Comments (+add yours?)

  1. rintadita
    May 22, 2013 @ 08:16:54

    Solo traveling itu gak enaknya harus minta tolong org buat motoin kita hehehe. Btw salam kenal yah mba😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: