Berkeliling di negeri gajah putih nan eksotik – Part 4

Menikmati Sunset di Patong Beach

by : Nyoman Sudarsana

Pagi terakhir ditandai dengan hujan rintik, apakah phiphi bersedih karena kami akan pergi meninggalkannya? Hehehe geer deh…. Bersyukur selama di phiphi island, cuacanya sangat cerah. Sebelum meninggalkan phiphi, kami sarapan di resto kemarin pagi. Setelah masuk ferry untuk bertolak ke Phuket, kami pun bersyukur karena hujan tidak datang kemarin pada saat kami island hopping bahkan cuaca sangat cerah. Perjalanan dari Phiphi island menuju Phuket kurang lebih sekitar 1,5 jam, sama halnya dari krabi menuju phiphi island. Di dalam ferry, ada mas-mas yang menawarkan jasa antar dari pelabuhan di phuket menuju masing-masing tujuan. Setelah berunding, akhirnya kami pun memutuskan untuk menggunakan minibus dengan harga 50 bath per orang, termasuk murah karena diantar sampai hostel. Hostel kami di phuket adalah Phuket Backpacker Hostel, hotelnya bersih dan harganya terjangkau!.

Walaupun hari pertama kami di Thailand berada di patong, namun kami belum puas main di pantai Patong. Lokasi mangkalnya bus ke patong tidak jauh dari hostel, hanya jalan beberapa meter, tepatnya di depan seven eleven. Depan seven eleven ada beberapa bus dengan tujuan berbeda, Phuket-Patong, Phuket-Karon, dll. Bus di Phuket tidak seperti bus-bus biasanya, busnya merupakan modifikasi dari truk besar, dikasih tempat duduk panjang di pinggirnya dan di tengah pun diberikan tempat duduk namun hanya setengah bus, ada jendela dan ada kipas angin juga di atasnya. Kelemahan bus yang merupakan truk besar ini adalah, tempat naiknya yang tinggi, jadi agak susah bagi orang tua untuk menaikinya. Seperti inilah penampilan busnya.

Bus di Phuket

Sesampainya di Patong, kami turun di Jeungceylon Mall.  Jauh-jauh ke Thailand tetep mampirnya ke mall hehehe. Di mall ini kami makan di foodcourtnya, kali ini saya memesan nasi + kari daging, yang ternyata si Ibu penjual merupakan keturunan Malaysia, bisa bahasa melayu sedikit. Porsi makanan di foodcout ini memang banyak-banyak dan enak, kenyang😀. Di Mall ini kami juga sempat beli oleh-oleh dikit, ada toko di lantai dasar yang menjual toko oleh-oleh khas Thailand.

Keluar dari mall, kami jalan menuju pantai patong ditemani rintik hujan. Sempat berteduh di pinggir toko, tapi hanya sebentar, kami lanjut lagi jalan menuju pantai patong untuk menikmati sunset. Yak! Sampailah kami di pantai patong yang terkenal itu.Sore hari di pantai ini sudah banyak bermain, mulai dari anak kecil, pasangan turis, orang bermain parasailing hingga penduduk lokal yang sedang mengumpulkan binatang laut seperti keong yang terlempar ke pasir dari ombak yang datang. Kamipun sibuk dengan kegiatan masing-masing, Yuren dan Triss yang mengikuti kegiatan para penduduk lokal, Nyoman sibuk mengambil foto, dan saya hanya berjalan menyusuri pantai sambil melihat keindahan Sang Pencipta. Dalam hati saya bersyukur kepada Allah, kemarin saya melihat sunset di phiphi island dan hari ini saya sedang menikmati indahnya sunset dari pantai patong, Alhamdulillah. Cukup lama kami di pantai ini, dan banyak sekali foto-foto yang dihasilkan oleh sang fotografer, Nyoman. Love it!! Thanks to him.

by : Nyoman sudarsana

Matahari sudah mulai tidak terlihat pada saat kami meninggalkan pantai untuk berjalan ke Bangla Road. Bangla road adalah sebuah jalan terkenal di patong untuk hiburan malam. Lokasinya seperti jalan di Legian-Kuta Bali. Jalan ini ditutup memang khusus untuk pejalan kaki. Kami terus berjalan menyusuri jalan di patong sambil tentunya jajan makanan kecil. Pada saat kami jalan melewati tempat pijat, ada beberapa pemijat yang biasanya berjejer di depan tokonya. Saya dan Triss didepan, ternyata Yuren dan Nyoman di belakang terhambat. Kenapa terhambat? Ternyata oh ternyata….. Yuren mau diculik pemijat ‘lady boy’ hahahaa. Awalnya si lady boy memegang Yuren untuk menawarkan jasa pijatan, lalu yuren menolak tidak mau. Namun si lady boy tidak menyerah sampai disitu, dikejarlah si Yuren lalu ditarik dan dipeluk, sampai-sampai Yuren pucet hahahaha…. Sang lady boy gemes dengan Yuren yang mungil sepertinya hihihii. Pembahasan lady boy ini selalu menjadi lelucon buat kami sepanjang jalan😀.

Karena sudah malam, bus yang membawa kami ke patong sudah tidak ada, karena mereka hanya sampai jam 6 sore. Akhirnya kami pun menggunakan taksi untuk kembali ke hostel. Sebelum tidur, kami makan malam di pasar dekat hostel. Di resto ini kami terhibur dengan waitress nya, sangat ramah dan lucu. Dia kami ajari Bahasa Indonesia beberapa kata namun dengan gayanya yang lucu membuat kami tertawa dan senang😀. Malam terakhir di Thailand dihibur dengan si waitress ini, dengan nadanya yang lucu dia bilang “SAMPAI JUMPA KEMBALI”. Amiiiinnnnn…. Ucap saya dalam hati. Trip 7 hari di Thailand ke beberapa tempat menyimpan banyak kenangan indah dan lucu.

by : Nyoman Sudarsana

4 Comments (+add yours?)

  1. cumilebay.com
    Apr 24, 2013 @ 17:17:40

    Jadi kangen bangkok🙂

    Reply

  2. Abli Bai
    May 13, 2013 @ 18:25:33

    tell me dong brp harus ngerogok kocek ?

    Reply

  3. mebackpacking
    May 14, 2013 @ 06:26:08

    kemarin ke thailand 7hari per orang 7000 bath termasuk beli oleh-oleh (tanpa tiket pesawat).

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: