Berkeliling di negeri gajah putih nan eksotik – Part 3

Gorgeous Koh Phi Phi Don

Meneruskan cerita sebelumnya tentang trip Thailand yang tertunda, maka saya bertekad untuk melanjutkan cerita ini😀. Maap bagi yang kemarin membacanya gantung yaahh.

Tujuan kami adalah Koh Phi Phi don atau Phi Phi Island dalam bahasa inggris, kami menyebrang dari Krabi. Dari Krabi Airport kami naik taxi menuju Khlong Jilad Pier,  namun pak sopir menawarkan kami ke travel untuk membeli tiket ferry. Kami dapat tiket ferry PP untuk Krabi – PhiPhi island dan PhiPhi island – Phuket seharga 700 bath. Untuk info, harga ini cukup mahal karena ternyata di PhiPhi island banyak menjual harga tiket untuk Krabi – PhiPhi island /  PhiPhi island – Phuket one way hanya 250 bath.

Dari travel menuju Khlong Jilad Pier menggunakan minibus yang disediakan oleh travel, di dalam minibus ini penuh dengan para bule yang ingin ke Phi Phi island. Ada turis jepang yang tinggal lama di perancis menanyakan hotel kami tinggal di phi phi, karena mereka tidak booking sebelumnya, mereka ingin langsung cari sesampainya di sana. Mereka ingin tahu berapa harga hotel kami, saya menginformasikan kami pesan via booking dengan harga USD 33 per kamar.

“Neng triss, ini guesthouse nya lucuk juga yah” ucap saya pada saat minibus kami menjemput traveller lain di guesthouse tsb. Dan neng tris pun mengiyakan, disambung dengan obrolan lain. Tiba-tiba ada bule wanita yang menegor “kalian dari Indonesia?”, mendengar bahasa ibu pertiwi dari mulut bule tsb maka kami pun langsung otomatis menoleh dan menjawab “Yaaa…. Are you?” hahaha pertanyaan macam apa sih fet, jelas-jelas bule dengan blue eyes masa iya orang Indonesia. “No, I’m Canadian, tapi pernah tinggal di Indonesia selama 6 bulan tepatnya di borneo, pernah juga di Wakatobi!” ucap si bule dengan bahasa Indonesia yang lancarrr kaya Nyoman kalau mau pupp hihihi…. Ternyata si bule wanita yang bernama Leina ini baru di Thailand selama 2 minggu dalam rangka bekerja  dan mau pergi berlibur ke Phiphi island selama weekend. Saya sempat penasaran apakah dia juga jago bahasa Thailand ? dengan lantang dia bilang “NO WAY! It’s impossible hahaha” kami pun tertawa mengingat tulisannya saja susah dimengerti. Setelah ngobrol ngalur ngidul kata terakhir yang bikin saya merinding adalah “Indonesia is very Beautiful…. Cantik!” sambil mengacungkan jempolnya. Wanita yang bukan lahir di tanah ibu pertiwi saja mencintainya, beruntunglah kita lahir di negeri yang sangat cantik ini. Sayang, kami berpisah sesampainya di pelabuhan karena dia masih mau cari tahu harga hotel di travel-travel yang ada di pelabuhan.

Perjalanan dari Krabi ke Phiphi island selama 1,5 jam. Kami menaruh backpack kami di bawah, sedangkan kami ke dek atas selama di perjalanan. Di dek atas ini kami istirahat sambil memakan Pad Thai (mie gorengnya Thailand) yang kami beli di Krabi. Sayang pad Thai nya tidak terlalu enak hiks. Air laut yang biru gelap mulai berubah warna menjadi hijau dan sudah mulai terlihat cliff , ini menandakan perahu sudah mendekati pulau. Kami melihat pemandangan ini dengan sangat senang, “yeaayyy… akhirnya sampai juga di pulau ini”.

by : Nyoman Sudarsana

Turun dari ferry, para turis akan dimintakan biaya untuk kebersihan sebesar 20 bath per orang. Untuk orang lokal, tidak dikenakan biaya kebersihan ini. Di jembatan pelabuhan sudah banyak orang menawarkan hotel, dan ada satu orang yang bawa papan bertuliskan ‘uphill cottage’, lalu dengan bahasa tubuh dia tahu kalau kami seperti mau bertanya tapi ragu. Dia pun bertanya, dan saya jelaskan bahwa kami sudah booking melalu agoda sambil menunjukkan vouchernya. “come…come…” ucapnya sambil menggiring kami ke gerobaknya dan menyuruh kami untuk menaruh backpack kami di gerobak. Sebenarnya kami masih ragu, apa iya dia orang hotel atau dia hanya porter yang meminta fee diakhirnya nanti. Akhirnya saya bertanya dan dia info kalau dia memang orang hotel “no charge… but if you want give me tip, OK! Hehe”. Oowww… oke kami pun akhirnya mengikutinya dan dia bercerita di sepanjang jalan bahwa hotel kami di uphill, ya iyalah namanya juga uphill cottage, pegimane?. Hotel ini agak jauh di belakang dan beneran kami harus menanjak untuk menuju kamar, tanjakannya lumayan curam loh, berasa mendaki bukit setapak plus bawa backpack fiiuuhh… sesampainya di balkon, kami ngos-ngosan hahaha… Tapi heeiiii!! Ternyata ada yang menyambut kami diatap hotel yaitu Monyet!! Bukan hanya satu monyet, tapi banyak, mereka sore-sore bermain di atas sambil bergelantungan di pohon rindang diatap hotel. Tris, Yuren dan Nyoman mengobrol di luar, tapi saya sama sekali ga berani berada di luar sementara para monyet melirik ke saya, gimana kalau tiba-tiba mereka ‘nomprok’ hahahaa

Selesai bersih-bersih, kami pun keluar untuk mulai menjelajahi si pulau. Dimulai dengan mendatangi viewpoint yang lokasinya tidak jauh dari hotel kami. Viewpoint ini adalah tempat tertinggi di phiphi island , oleh karenanya jika terjadi tsunami para penduduk di evakuasi ke viewpoint ini. Viewpoint terdiri dari Viewpoint 1, 2 dan 3. Sore hari banyak yang mengunjungi viewpoint untuk melihat sunset dari atas. Untuk mencapai viewpoint 1 saja kami harus mengeluarkan energi untuk menanjak. Tanjakannya merupakan tangga yang curam dan berlumut, harap hati-hati. Sesampainya di viewpoint 1, terbentang pemandangan phiphi island. Kami pun beristirahat sebentar sembari minum untuk mengusir dahaga. Belum selesai membasuh keringat Triss mengajak saya untuk naik ke viewpoint 2, yang berarti harus menanjak alias bakar kalori kembali. Para lelaki tetap bertahan di viewpoint 1, mereka tidak kuat untuk menanjak lagi hufftt. Tanjakan menuju viewpoint 2 lebih terjal, lebih panjang dan bukan tangga, hanya cor-coran semen, untung saja tidak hujan jadi tidak licin jalanannya. Ada 3 orang di depan saya yang tadinya pakai jaket, langsung dibuka jaketnya dan bercucuran keringat di seluruh tubuhnya. Saya yang hanya menggunakan sandal teplek tercinta tetap berusaha semangat menuju atas walaupun nafas sudah tersengal-sengal. Kalian tahu, jalanannya sama sekali tidak ada yang datar, menanjak terus menerus, butuh kegigihan tingkat tinggi. Tapi begitu sampai ke viewpoint 2, semua terbayar. Karena lebih tinggi, pemandangan di viewpoint 2 lbih bagus dari pada di viewpoint 1. Banyak turis yang duduk sambil memandangi phiphi island dari atas, tapi hati-hati banyak nyamuknya. Dan viewpoint 3 berada dekat jaraknya dari viewpoint 2. Selesai ngaso, kami pun turun ke viewpoint 2. Di perjalanan pulang, ada satu bule wanita yang nafasnya sudah tidak beraturan dan mukanya seperti udang rebus. “heii.. the view upthere is worth to see, keep walking!” ucap saya sambil memberinya semangat, dan dia tertawa sambil menyemangati dirinya sendiri hehe. Oiya, menuruni jalanan ini sama sulitnya pada saat menanjak, kaki terasa tidak ada remnya hahaha, be carefull!. Di viewpoint 1, para lelaki sedang bersantai dan Nyoman pun mengambil foto. Kami pun bernarsis ria didepan kamera dengan gaya yang tidak jelas hahaha… It was nice😀.

DSC_0405

by : Nyoman Sudarsana

DSC_0404

by : Nyoman Sudarsana

Selesai turun dari viewpoint, matahari sudah mulai redup. Kami pergi kepinggir pantai tempat lokasi beach party. Berjejeran resto dan bar di pinggir pantai ini, dan mereka ada pertunjukan setiap malamnya, pertunjukan atraksi besi dilempar-lempar tapi dengan api… hiiii ngeriii😀. Kami berfoto-foto di pinggir pantai, maksudnya sih bikin foto sambil menuliskan sesuatu tapi gagal semua hahaha… Dinner kami malam pertama di Phiphi island di resto bernama Ciao Bella, candle light dinner di pinggir pantai gitu, romantissss! Makanannya enak-enak dan porsinya lumayan banyak, recommend!. Kami di pantai sampai malam sambil melihat pertunjukan. Selain itu, kami juga berkeliling phiphi dan sampailah kami di Reagge Bar, bar yang pernah diinfokan oleh Adis, penulis Whatever I’m a Backpacker. Di reagge bar ini ada pertunjukan Muay Thai, tinju khas Thailand, namun petinjunya dari para tamu yang di adu, jika menang akan di hadiahkan 1 krat minuman. Untuk tamu yang menonton, tidak dikenakan biaya, hanya beli minuman/makanan saja. Lumayan buat hiburan, dimana lagi bias lihat petinju perutnya buncit-buncit hehehe.

by Nyoman Sudarsana

Saya sangat senang menyambut hari kedua di Phiphi island, karena kami akan pergi island hoping dan snorkeling siang hari nanti. Namun dari pagi hari kami sudah keluar hotel, sarapan di sebuah resto tapi saya lupa namanya apa, tapi kalau rasa makanannya saya ingat karena enak plus halal hehehe… Selesai sarapan, kami menuju pantai yang semalem dan WOW! Pemandangannya cantik, warna air yang tidak terlihat semalem ternyata bening sekali. Air laut ini seperti memanggil saya untuk bermain dengannya. Tidak perlu memakan waktu lama saya langsung menyebur ke air laut yang jernih, yeayyy!! Beningnya seperti air di kolam renang loohh. Sementara saya dan triss renang, nyoman dan yuren hanya duduk di pinggir pantai sambil menikmati laut. Selesai puas renang, saya dan triss mencari cemilan untuk kami, yaitu pizza raksasa. Jadi di phiphi island itu pizza versi jumbo, 1 slice bisa dimakan rame-rame loh saking besarnya.aahhh… nikmatnya pagi itu, selesai renang, berjemur di pasir putih ditemani cemilan dan minuman. Unforgettable moment!

DSC_0575

by : Nyoman Sudarsana

DSC_0530

Sang Fotografer

Sebelum ke tempat berkumpulnya half-day tour, kami sempat istirahat sambil cari free wi-fi di Breakfast @Friends, traveller yang ga mau rugi hihihii… tapi kedai ini minumannya mantab. Mereka menjual makanan seperti pancake dan roti bakar sedangkan minumannya fresh juice dan smoothies. Jam 2 siang kami sudah berkumpul di tempat kami membeli tiket untuk half-day tour island hopping, Oiya harga yang kami dapat untuk tour ini 250 bath/orang sudah termasuk makan siang (nasi goreng) + mineral water, tapi tidak termasuk masuk ke National Park yang terhubung ke Maya Bay.

Perahu mulai melaju membawa kami  untuk island hopping, isi dari perahu ini rata-rata bule, hanya kami yang berwarna kulit asia. Pertama kami melewati monkey island, yang tentunya banyak monyet di pulau kecil ini, kami tidak turun karena justru di akhir trip baru diperkenankan turun. Selanjutnya melewati Viking Cave, gua yang didalamnya banyak sarang burung dan ada lukisan menyerupai perahu Viking. Perahu terus melaju sampai pada Koh Phiphi Ley, pemandangan disini indah sekali, seperti inilah penampakannya (foto diambil oleh Nyoman).

by : Nyoman Sudarsana

by : Nyoman Sudarsana

Airnya jernih sekali, dan disinilah kami ber snorkeling. Sebelum turun, saya piker hanya 3-4 meter, tapi begitu nyemplung ternyata lumayan dalam sekitar 5-6 meter. Kejernihan air dapat membohongi ternyata, halah😀. Pemandangan di phiphi saya akui cantik, dengan airnya yang jernih dihiasi dengan tebing-tebingnya, namun untuk underwaternya, memang ikannya banyak tapi tidak ada coralnya, masih jauh lebih cantik Indonesia *wink*. Belum terlalu lama nyemplung, guide menyuruh kami naik agar tidak antri menuju national park. Namun kami tidak memasuki National Park dan Maya Bay, karena belum puas berenang dengan ikan maka saya dan triss kembali nyemplung pada saat seisi kapal memasuki national park. Melihat kami renang, ada bapak-bapak dari kapal lain berbaik hati memberi kami roti. Baru dikasih dikit, ikan langsung berkumpul, lebih tepatnya mengerubungi triss karena saya tidak mau pegang roti. Walaupun tidak memasukin national park dan maya bay, kami puas berenang dengan ikan. Selesai berkumpul, perahu pun melaju pulang dengan ombak yang terombang-ambing ditemani dengan sunset. Enaknya half-day tour yang sore hari, bisa sekalian melihat sunset dan tidak terlalu panas.

by : Nyoman Sudarsana

by : Nyoman Sudarsana

Selesai bersih-bersih, sehabis shalat magrib kami pun keluar hotel lagi untuk mencari makan malam. Setelah mengelilingi phiphi island, kami pun memutuskan untuk makan malam di Pum. Pum restaurant ini juga ada ‘cooking class’ nya dan semua makanan baru dimasak pada saat di pesan, jadi fresh.  Setelah kenyang, kami mengelilingi phiphi island sampai-sampai saya pun lelah berjalan dan memutuskan untuk kembali ke hotel hahaha… triss dan yuren masih terus jalan, saya dan nyoman kembali ke hotel dengan kaki saya yang pincang karena kecapean. “mau digendong neng?” ucap nyoman, “hahaha.. emang kuatt?” ucap saya sambil menggelantung ke nyoman. Beruntunglah saya ada  laki-laki ini di samping saya. Searah jalan pulang kami mengambil laundry di sebuah toko, kami juga membeli air minum dan rokok buat nyoman, di bungkus rokoknya bergambar kaki dengan borok parah. “tuh mamang kalo ngerokok terus kaya gitu loh haha” ucap saya, dan si ibu penjual pun tertawa seakan mengerti bahasa saya dan meledek nyoman juga. belum pulih kaki saya, kami sudah harus menanjak menuju kamar hotel kami, dibantu nyoman saya pun berhasil sampai dikamar. Ternyata tidak lama triss dan yuren pun datang. Mereka bertiga masih melanjutkan mengobrol di balkon, sedangkan saya sudah tidur pulas. Walaupun lelah, saya sangat senang sudah menikmati 2 hari di “Gorgeous Koh Phiphi Don”.

4 Comments (+add yours?)

  1. Fahmi
    Mar 06, 2013 @ 06:34:59

    kereeen!!!😐 ikannya banyak banget tuuh😀

    Reply

  2. someoneneedyou
    Jul 14, 2013 @ 05:45:32

    Beli tiket di hari itu juga ke phi phi tanpa harus pesan sehari sebelum bs tidak? Jam trakhir ferry dr phi phi ke phuket jam brp ya kak? Makanan disana mahal tidak? rencana dekat ini mau kesana.. thx you🙂

    Reply

  3. mebackpacking
    Jul 15, 2013 @ 04:26:56

    iyah beli pada hari yang sama bisa kok. kalo ferry dari phiphi ke phuket kayanya ada yg jam 9.00 dan 14.30 deh dari tonsai pier. tapi nanti coba cek aja pas di phiphinya. kalo makanan banyak pilihannya, dari yang murah ampe yang mahal ada, rajin keliling2 ajah. kapan kesana? jadi kengeenn phiphi😦

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: