Karimun Jawa : “Gangsal welas aee…”

Pantaiii ooohh Pantaiii….

Karimun Jawa adalah Taman nasional dan salah satu wisata bahari di pulau Jawa, dan saya pun bersama 5 orang teman pergi ke Karimun jawa tanpa cuti, berangkat jumat sore dari kantor langsung.  Kami ke Jepara naik Bus Beujeu dari Rawamangun jam 7 malam sampai di Jepara Jam 8.30.

Sesampainya di Jepara, kami tidak langsung naik becak menuju pelabuhan, karena mencari toilet dulu di mushola dekat bus menurunkan kami, tapi ternyata toilet musholanya ditutup. Akhirnya ada 3 becak menghampiri kami, sebelumnya salah seorang dari kami yang bernama anggi menawarkan diri untuk menawar harga becak karena hanya dia yang bisa bahasa jawa, dan saya dapat info dari teman harganya sekitar Rp.10.000 – Rp.15.000. Lalu dimulailah pembicaraan para bapak tukang becak dengan Anggi.

Anggi : “neng pelabuhan pinten pak?”

Pak tukang becak : “gangsal welas aee”

Anggi : “gangsal welas pak?”

Lalu para bapak tukang becak pun menyuruh kami menaiki becaknya, namun saya dan Dita (teman saya yang lain) menunggu arti dari gangsal welas.

Kami : “berapa nggi??”

Anggi : “gangsal welas” (dengan muka datar plus bingung)

Kami : “Iyyeee tauu gangsal welas, tp brapa??” (sahut saya dan dita berbarengan sambil mengernyit dahi)

Anggi : “hmmmm… piro pak?? (kembali bertanya ke pak tukang becak dan berkali-kali pun tukang becak bilang “gangsal welas aee”)

Karena ga selesai-selesai obrolan penawaran ini, saya tanya kembali ke Anggi daaannn ternyata, dia juga ga tahu arti “gangsal welas”!!!! Hahaha…. sampai-sampai para tukang becak bilang “limabelas ribu” sambil tangannya mengisyaratkan 15 hahahaa. Kami pun langsung “menoyor sayang” si Anggi yang sebelumnya dia bilang “gue aja yang nawar”.

Kami pun berenam naik ke becak, dan diantarkan ke pelabuhan. Sebenarnya letak Bus menurunkan kami hingga pelabuhan tidak terlalu jau cccccccccch, tapi seru juga naik becak yang sudah jarang beredar di Jakarta, kecuali daerah rumah saya, masih ada becak loohh (bangga). Sesampainya di pelabuhan saya langsung menghubungi orang Wisma Apung (tempat kami menginap), dia memberikan tiket kapal cepat Bahari. Sebelum kami naik kapal cepat, kami pun makan di kantin pelabuhannya untuk sarapan. Jam 11 kapal cepat bahari pun mulai berangkat, sesampainya di Pulau Karimun Jawa jam 1 siang, jadi sekitar 3 jam di kapal, lumayan buat yang mabok harus siap-siap abat anti mabok.

Image

Sampai di pelabuhan karimun jawa pun kami dijemput naik mobil van untuk menuju ke dermaga kecil. Kami tinggal di Wisma Apung, saya sudah pesan jauh-jauh hari dan sudah sering berkomunikasi dengan mba Nurul (pemilik wisma apung). Dari dermaga kecil kami diantar menggunakan kapal kayu kecil menuju Wisma Apung. Disebut wisma apung karena memang letaknya di tengah laut namun ditancap, bukan benar-benar mengapung. Kami pesan untuk kamar AC & kamar mandi dalam untuk 2 hari 1 malam beserta paket all in (termasuk makan, snorkeling, foto-foto, banana boat, dll) seharga Rp.850.000/orang. Untuk kamar non AC Rp.700.000 – Rp.750.000.

Di Wisma apung langsung disuguhkan makan siang dengan lauk-pauk yang lengkap dan makanannya enak. Selesai makan, kami langsung diajak snorkeling. Kepulauan karimun jawa ini memilik 27 pulau namun yang berpenghuni hanya 5 pulau, yaitu Karimunjawa, Kemujan, Parang, Nyamuk dan Genting.

Image

Kamipun mulai snorkeling ke pulau cemara jam 3 sore dan arusnya lumayan kencang, sampai terombang-ambing. Sayangnya, dari kami berenam ada 2 teman yang tidak ikut snorkeling karena tidak berani walaupun pakai pelampung, beda banget sama saya yang senangnya minta ampun lihat air laut. Kami snorkeling hingga sore, sedangkan sorenya kami ke pulau Tanjung gelam, disini pasirnya putih. Tapi emang dasar saya dan dita kaya ikan, teman-teman yang lain istirahat sambil makan pop mie, kami dan mas Eko (guide) tetap ber snorkeling di sekitaran pulau tanjung gelam. Selesai snorkeling, saya dan dita pun istirahat di pinggir pulau tanjung gelam sambil menikmati gorengan yang baru digoreng oleh si ibu penjual, kami menikmati sunset yang begitu indah. Menjelang magrib kami pun kembali ke wisma apung.

Image

Makan malam sudah tersedia dan sangat menggiurkan, kamipun melahap makanan sambil menikmati udara tengah laut dan desir ombak. Setelah selesai makan, kami nyebrang ke pulau karimunjawa dengan perahu kecil tanpa ada cahaya lampu, jadi hanya gelapnya laut diterangi sinar bulan dan bintang, dan kalian tahu? Begitu kami melihat ke atas, luarr biasaa gemerlap bintangnya!. Kami malam-malam nyebrang ke pulau karimun jawa untuk ke alun-alun. Dan memang di alun-aun ini malam hari ramai sekali dengan para pedagang dan pembeli gelar tiker yang disediakan penjual. Karna kami sudah makan, maka kami hanya nongkrong-nongkrong dengan membeli kelapa bakar dan bakso ikan, yummiiiii….  Tidak berapa lama, kami disana, kami bertemu temannya teman Dita yang mengajak kami gabung, dia bersama rombongan dari semarang, dan akhirnya kami mengobrol sampai jam 10.

Pagi-pagi jam 7 kami sudah diajak snorkeling lagi ke pulau Menjangan besar, dan disinilah kami dibekali lontong dari wisma apung, buat apa? Ya buat ikan-ikan doongg… Ikan-ikan di pulau ini terbiasa dikasih makan, mereka suka makan nasi/lontong, roti, wafer, dan mie. Hmmm… ini ikan kok kaya orang? Tapi itu memang benar, begitu ditaburkan lontong kedalam air, ikan-ikan langsung berkumpul. Awalnya kamilah yang snorkeling di sini dan sepi, tapi kemudian bermunculanlah kapal lain dan laut menjadi penuh dengan orang pfftt. Tapi kami lumayan juga snorkeling sampai 3 jam😀. Pemandangan bawah laut di pulau menjangan besar ini masih bagus, masih banyak ikan warna-warni, koralnya pun masih lumayan bagus, tapi banyak bulu babinya.

Image

Image

Selesai snorkeling, kami kembali ke wisma apung. Di Wisma apung, kami lanjut naik banana boat sampai dijatuhkan ke laur 3x, serruuu….. Oiya, di wisma apung ini ada kolam khusus ikan hiu, jadi kami pun sempat berfoto-foto dengan sang Hiu. Seperti yang mas Eko bilang “hiu itu tidak akan menyerang orang, kalo dia nyerang saya dah lama mati kali”, begitulah ucapnya untuk meyakinkan kami walaupun kami pun sebenarnya sudah tahu. Jadi yang digambarkan film-film bahwa hiu memangsa manusia tidak benar.

Trip ke Karimun jawa ini sangat seru, tapi sayang waktu yang kami punya tidak banyak, jam 1 kami sudah siap berangkat menuju Semarang. Pulangnya kami naik kapal cepat Kartini ke semarang, tidak ke Jepara. Kami naik kapal menuju semarang karena pulangnya naik Bus Beujeu lagi dari semarang, terminal mangkang. Kapal cepat kartini lebih besar kapalnya dari kapal cepat bahari namun lebih lama perjalanan memakan waktu 4 jam. Dari pelabuhan ke terminal mangkang, kami sewa mobil dengan harga Rp.120.000 dan itu pun si Bapak sopir berkenan untuk menunggu kami makan dulu sebelum ke terminal.

Di terminal mangkang kami langsung menuju counter Bus Beujeu, karena sebelumnya sudah booking jadi tinggal bayar aja. Bus ternyata berangkat dari semarang jam 8 malam, jadi kami nunggu di terminal duduk ngemper sambil jajan lumpia, enak loohh lumpia semarang hehe… di Bus pun kami langsung terlelap. Mengenai Bus Beujeu, bus ini nyaman,bersih dan bus baru, namun tempat pemberhentian makannya tidak enak, yaaahh mungkin memang semua bus jurusan jakarta-semarang berhenti di tempat makan yang sama ya, saya pun kurang begitu paham.

Kami sampai di Jakarta Senin pagi jam 5.30, berhenti di terminal Lebak Bulus. Karena saya tidak ambil cuti, maka saya langsung pulang ke rumah untuk mandi dulu lalu langsung berangkat lagi kekantor jam 6.30, ngantoorrrrr hehe. Benar-benar short trip yang menyenangkan😀.

5 Comments (+add yours?)

  1. harry_mdj
    Jul 20, 2012 @ 07:03:05

    okay eksiden “Gangsal Welas” itu lucu banget, mana tanyanya pake bahasa kromo yah dibales dengan bahasa kromo wakakakaka. nice story btw, like it!

    Reply

    • mebackpacking
      Jul 21, 2012 @ 21:36:09

      hahahaa…. sepanjang jalan qta manggil dia ‘gangsal welas’ bahkan sampe sekarang kalo inget masih ngakak, inget tampang dodollnyaa :)). btw, tengkyuuu masHarr dah berkunjung😀

      Reply

  2. Rika
    Jul 23, 2012 @ 04:54:33

    hihihi….lucuuuuuuuuna.. ngebayangin mukanya anggi yg “datar plus bingung”. Nice story….wish i could go travel with you…..:(

    Reply

  3. mebackpacking
    Jul 23, 2012 @ 05:37:43

    hahahaa… iya teh, kebayang kan muka dia yg “dodol”, hayyoo ikutlah next time😀

    Reply

  4. karimunjawa kita
    Jun 12, 2014 @ 07:13:25

    wow, sangat indah foto2 nya, kereeeeen

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: