AMED, Sisi Lain Bali

This slideshow requires JavaScript.

Amed adalah salah satu daerah pantai di timur Bali, tepatnya di Karangasem, dengan pasir berwarna hitam dan berlatarkan pemandangan Gunung Agung, isi lautnya pun membuat para diver di segala penjuru berdatangan ke Amed. Sekitar 30 menit dari Amed, ada daerah pantai lain yang cantik bernama Tulamben, namun untuk kali ini karena terbatasnya waktu kami  hanya melewati Tulamben,itupun karena kelewat hehe…

Amed dan Tulamben adalah salah satu dive spot terbaik di Bali, tidak heran 2 daerah ini terkenal dikalangan para diver. Kali ini saya pergi hanya berdua dengan Eva. Walaupun saya sudah pernah 4 tahun di Bali dan sudah pernah ke Karangasem sebelumnya, saya tetap tidak tahu jalan dari Kuta ke Amed, namun beruntunglah masih ada teman di Bali, jadi dibantu dia untuk cari mobil & sopir dengan harga lumayan miring hehe…

Perjalanan dari Kuta ke Amed memakan waktu kurang lebih 2,5 – 3 jam. Malam sebelumnya kami menginap di Tune Hotel double six Legian, yang kamarnya minimalis (dibaca: kecil), namun bersih dan standar Internasional dengan harga yang lumayan bersaing dengan hotel di Kuta lainnya.

Sesampainya di Amed, saya langsung menuju penginapan yang sudah di booking sebelumnya, namanya Good Karma Hotel dengan harga hanya Rp.200.000/malam sudah termasuk breakfast. Kamar kami letaknya pas di depan pantai, dengan kamar model rumah panggung kayu dan sudah termasuk kamar mandi. Sebenarnya, banyak hotel-hotel pinggir pantai di Amed dengan harga sekitar Rp.150.000 – Rp.200.000.

Begitu sampai di Hotel ini, yang kami lihat hanyalah tamu bule, tidak ada tamu lokalnya. Dan kebanyakan dari mereka adalah orang Eropa dengan usia yang tidak muda lagi. Mungkin karena suasana di Amed yang sangat beda dari Kuta, jauh dari keramaian, yang menyebabkan para bule ini senang di sini dan yang terutama, selain diving, para tamu juga bisa snorkeling sepuas hati. Sebenarnya disana ada penduduk lokal yang menyewakan alat snorkeling seharga Rp.40.000/orang, namun karena kami sudah membawa alat, jadi kami tidak menyewa. Namun, kami sempat ngobrol dengan mereka, mereka sebenarnya lebih senang jika yang datang itu tamu lokal (Indonesia),karena pasti laris penyewaannya, dan biasanya orang Indonesia datang ke Amed sekitar bulan Juni-Juli (liburan anak sekolah).Sama seperti kami, para tamu bule pun sudah membawa alat snorkelingnya😀.

Saya dan Eva, begitu melihat air laut, langsung byuuurrr…. nyebur ke laut, ga perlu repot2, tinggal jalan 5 meter dari kamar, sudah terbentang bibir pantai yang tidak sabar ingin kami selami. Kami berenang dari siang hingga sore, yang menyebabkan kulit saya berwarna seperti kepiting rebus😀. Hanya berenang sedikit, sudah banyak ikan-ikan yang berseliweran di bawah kaki, warnanya juga macam2.

Puas snorkeling, saya pun langsung balik kekamar, sempat bersantai2 dulu di teras kamar, lalu pergi mandi, Eva masih keliling mencari foto. Selesai mandi, di teras kamar sudah banyak anak-anak nelayan yang di bawa Eva hehehe… para tamu kecil itu sedang minum soda dan roti hasil traktiran teman saya hehe, kira-kira jumlah mereka 10 orang, rata-rata berumur 4-6 tahun, namun ada 1 yang lebih dewasa diantara mereka, umurnya 12 tahun namanya kadek, sayang dia tidak bersekolah. Lalu ada 1 lagi anak perempuan yang menonjol diantara teman2nya namanya komang. Anak-anak kecil ini sempat berebut makanan dan minuman, namun karena ada kadek dan komang, merekalah yang mengatur pembagiannya, saluuttt! Mereka adalah anak para nelayan di daerah situ, awalnya Eva mengambil gambar 2 anak, namun tiba-tiba teman-temannya bermunculan dan mulai menguntiit Eva hehehe… Eva si malaikat penggoda anak kecil😀. Oiya, ternyata iklan pemutih berpengaruh buruk, terbukti begitu terkesimanya mereka dengan warna kulit kami yang lebih putih dari mereka, padahal kami saja senang sekali berjemur😀. Saya sempat ngobrol-ngobrol dengan mereka,kadang-kadang saya mengeluarkan basa bali yang sedikit masih saya ingat, tapi sedikitttt yaa… ga ngerti kalo banyak hehehe… ternyata mereka bersekolah yang lokasinya jaauuuuhhh banget dari rumah, dan mereka jalan kaki, dimana jalanan di daerah Amed ini turun-naik/berbukit. Saluuuttt lagi ma mereka! Mereka masih tetap semangat bersekolah walaupun harus dengan pengorbanan menuju sekolah mereka. Oiya, foto anak-anak Amed, saya pejeng yaaaa…. keceh kan?

Selesai Eva mandi, kami pamit ke mereka, dan mereka pun kembali main. Kami berdua pergi keliling Amed dengan menyewa motor. Ada salah satu tempat di Amed yang cantik sekali jika di foto, menggambarkan cantiknya laut biru dengan latar pemandangan Gunung Agung. Disinilah para turis menghabiskan waktu untuk melihat sunset. Sayangnya, sore itu mendung, jadi matahari tertutup awan gelap. Kami sempat ngobrol dengan pria Amed, awalnya dia mengira kami turis jepang hehe… dan fyi, logat bahasa Indonesia nya seperti agak kaku, karena dia biasa menjamu tamu dengan berbahasa Perancis. Seperti yang saya bilang, lebih banyak warga eropa disini.

Dinner kami malam itu di Amed, di salah satu restoran  yang bernama Sails , resto ini yang punya orang bule, di resto ini terlihat bentangan laut Amed, namun kalo dari segi makanan tidak terlalu istimewa (lidah tukang makan :D). Suasana Amed ini jauh banget dari Kuta, bahkan suasananya lebih seperti lombok, jauh dari keramaian. Jam 7 malam disana sudah sepiiiii.

Rencananya jam 5.30 kami mau hunting sunrise, tapi lagi-lagi, cuaca mendung, jadi kami putuskan untuk ambil gambar di pantai denpan kamar sambil gelar kain pantai dan menyalakan musik. Terlebih lagi, dari kejauhan kami melihat perahu-perahu nelayan yang baru pulang dari laut, semakin tertarik kami untuk menunggu mereka merapat ke bibir pantai. Dan ini salah satu obyek wisata di Amed yang bisa dinikmati. Perahu warna-warni ini cantik sekali dari kejauhan. Ternyata bukan hanya kami, ada turis jepang yang menunggu para nelayan merapat. Begitu mereka merapat, ternyata sudah ada para istri yang menunggu mereka untuk mengambil ikan dari perahu, dan membawa bakul berisi ikan dengan kepala mereka. Dan ternyata bukan hanya para istri, tapi ada juga 2 anak nelayan yang ikut mandi di laut dekat perahu sang ayah. Betul-betul pemandangan pagi yang cantik!. Diikuti dengan drama salah satu nelayan yang kesal karena tangkapan ikannya sedikit hehehe… Seru!.  Karena perut kami yang sudah nagih minta diisi, kami pun ke resto hotel untuk sarapan.

Sayang, waktu kami tak banyak karena kami sudah harus kembali ke Kuta lewat Ubud. Namun, semalem di Amed banyak memberikan foto-foto cantik dan cerita menarik😀.

12 Comments (+add yours?)

  1. Trackback: Turnamen Foto Perjalanan – Ronde 1: Laut | Dua Ransel
  2. Fahmi
    Aug 09, 2012 @ 04:01:05

    amed emang tempat favorit buat snorkling, apa lagi kalo lagi bokek😀

    Reply

  3. Fahmi
    Aug 13, 2012 @ 03:40:57

    iya, kebetulan stay dibali,, kalo nginep di amed sih blom permah, biasanya one day trip, buat snorkling doang pas weekend😀

    Reply

  4. Tita Fatmawati
    May 09, 2013 @ 17:40:12

    Ada yg punya info harga/ cp sewa alat snorkeling di amed? Trims

    Reply

  5. dhoni
    Jun 08, 2013 @ 23:04:59

    sewa alat snorkling 30rb jg ada…hubungi manis homestay. klo mau diantar naik jukung ke spot terbaik untuk diving atau snorkling…paketnya 200ribu per 2 org.. murah kn?? besok saya ke amed dn sudah booking harga diatas.

    Reply

  6. @EkoOct
    Jul 25, 2013 @ 03:28:53

    Kalaudiving in Bali Amed harus ada dalam List : )

    Reply

  7. yufinurcan
    Apr 10, 2014 @ 03:05:50

    ada rencana bulan depan ke Amed atau Tulamben, sebenarnya bagusan mana ya untuk spot snorkelingnya antara Amed dan Tulamben?

    hotel atau penginapan yang recommended di kedua tempat itu apa ya? kalau bisa langsung di pinggir pantai.

    adakah contact person untuk jukung yg di bilang Dhoni diatas? yang bisa mengantarkan spot paling ok

    terima kasih sekali apabila ada yg merespond

    Reply

    • mebackpacking
      Apr 21, 2014 @ 00:32:29

      Amed dan Tulamben bagus. Kalau di amed banyak hotel2 harga 200rb di pinggir pantai, kemarin sih nginep di Good Karma Hotel, depan kamar udah langsung pantai dan bs snorkeling😀.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: